Artikel BUMN : Perum Perhutani Strategi Menjadi Pemain Dunia (PDGT-Pemalang)

PDGT-Pemalang

PDGT-Pemalang

Salah satu buah karya anak bangsa di bidang industri kimia, Pabrik Derivat Gondorukem dan Terpentin. Alhamdulillah bisa menjadi bagian dari tim yang merencanakan dan membangunnya. Semoga menjadi salah satu pemicu untuk hilirisasi industri di negeri Indonesia ini.

Baca selengkapnya…

Tanda Tanya Pembubaran BP Migas (Transkrip: DR. Rizal Ramli dan Komentar)

Apa yang mendasari terjadinya Pembubaran BP Migas oleh MK membuat kita semua penasaran. Ada apa sebenarnya sehingga masalah ini menjadi cukup serius. Beruntung saya mendapatkan transkrip pemaparan saksi ahli, Bapak Dr. Rizal Ramli dari salah satu Milis Alumni ITB. Dan saya dapatkan pula satu komentar yang mendalam untuk pemaparan Rizal Ramli yang saya copas juga dalam tulisan ini. Semoga menjadi tambahan informasi kita dalam menanggapi pembubaran BP migas oleh MK ini.

Baca selengkapnya…

Kategori:Uncategorized

Wow, Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTB) mulai tumbuh di Indonesia…

Biomassa yang selama ini dianggap sebagai sampah ternyata sudah mulai komersial digunakan sebagai bahan baku pembangkit listrik. Barangkali kita sudah banyak mendengar beberapa pilot plant pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTB) yang sudah dikembangkan oleh Pemerintah, Universitas ataupun Pihak swasta (silakan lihat artikel ini). Teknologi yang digunakan pada pilot plant tersebut adalah gasifikasi biomassa fixed bed downdraft dengan kapasitas 2 ton/hari biomassa dan dapat menghasilkan listrik 100-120 kW. Baca selengkapnya…

Bioetanol Technical Grade: Bahan Baku, Proses dan Investasi

Bioethanol adalah ethanol yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan alam yang mengandung gula, pati (starch) dan selulosa. Ethanol juga dapat dihasilkan melalui proses hidrolisis ethylene (petrochemical). Gas ethylen relatif mahal seiring dengan peningkatan harga minyak bumi sekarang ini. Produksi ethanol sebagai bahan bakar sebagian besar berasal dari proses fermentasi (bioethanol).

Ethanol merupakan bahan kimia yang umumnya digunakan sebagai pelarut. Di dalam pasar ethanol  terdapat tiga katagori yaitu:

  • Potable  dengan konsentrasi ethanol  3% – 40%
  • Hydrated  dengan konsentrasi ethanol 95 – 96%
  • Anhydrous dengan konsentrasi ethanol  > 99%

Ethanol anhydrous dapat bercampur sempurna dengan bensin pada berbagai konsentrasi. Sedangkan hydrous ethanol hanya tercampur dengan bensin pada konsentrasi yang kecil. Oleh karena itu sebagai bahan bakar bakar alternatif pengganti besin biasanya digunakan ethanol anhydrous. Istilah E 100 merupakan bahan bakar dengan konsentrasi ethanol seratus persen (100%). E10 merupakan campuran ethanol 10% dengan bensin 90%.

Selanjutnya…

Kategori:Uncategorized

TKI di Arab Saudi dalam Perspektif Perbudakan

Sungguh malang nasib para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kita yang bekerja di Arab Saudi. Mereka mengalami berbagai kasus kekerasan yang begitu mengerikan, khususnya di sektor pembantu rumah tangga. Data dari LSM Migrant Care, hingga Oktober 2010, kekerasan terhadap TKI di Arab Saudi mencapai 5.336 kasus. Data versi Kompas (2010), kasus kekerasan TKI di Arab Saudi berada pada angka 22.035 kasus. Jumlah kasus kekerasaan ini merupakan terbanyak kedua setelah kasus kekerasan TKI di Malaysia.

Kekerasan yang terjadi terhadap para TKI di Arab Saudi ini erat kaitannya dengan faktor budaya. Menurut Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS), KH. Hasyim Muzadi, faktor budaya bangsa Arab sulit mencegah tindak kekerasan dan kekejaman pada kaum minoritas, khususnya kekerasan yang dilakukan seorang majikan kepada Pembantu rumah tangga atau PRT. Menurut Beliau, kebiasaan majikan laki-laki dalam memperlakukan PRT secara tidak senonoh mengakibatkan kecemburuan majikan perempuan yang berujung pada tindak kekerasan dan penyiksaan. Baca selengkapnya…

Peran Pemerintah dalam Upaya Mendorong Implementasi Bioenergi Indonesia

Bioenergi merupakan bentuk energi terbarukan yang diyakini oleh berbagai ahli di dunia sebagai solusi krisis energi masa kini dan di masa mendatang. Berbagai bentuk bioenergi telah ditemukan dan diimplementasikan secara luas di dunia sejak awal abad 20 diantaranya bioetanol, biogas, biodiesel, dan gasifikasi biomassa. Bukti keberhasilan penerapan bionergi di dunia salah satunya adalah implementasi bioetanol di negeri Samba, Brasil, negara yang 20 tahun lalu mengimpor 80% kebutuhan minyaknya. Di negara tersebut, bioetanol telah memenuhi kebutuhan energi brasil sebanyak 17.6% (data pemerintah brasil, 2008).

Indonesia sebagai negara tropis yang terletak di garis katulistiwa, merupakan surganya bionergi dunia. Sama halnya dengan Brasil, Indonesia dikaruniai sumber daya bionergi yang melimpah, ada di semua wilayah dan pelosok tanah air. Hal ini menjadikan sumber daya bionergi mampu menyediakan pasokan sepanjang tahun tanpa bergantung pada perubahan musim maupun siang ke malam. Potensi bioenergi yang berasal dari limbah biomassa saja diperkirakan mencapai 49.8 GW. Namun sayangnya dari potensi yang besar tersebut, energi biomassa yang termanfaatkan baru mencapai 3.25% dari potensi yang ada. Hal ini cukup memprihatinkan mengingat peran bionergi yang semakin strategis di masa mendatang. Baca selengkapnya…

Kategori:Buah Pikir, Energi

Industri Bioetanol (Fuel Grade) Jalan di Tempat

Untuk memacu penggunaan bioetanol itu, pemerintah seharusnya segera mengambil langkah mengalihkan subsidi BBM ke subsidi bioetanol atau bahan bakar nabati. Dengan cara ini, akan memicu produksi dan penggunaan dalam negeri.

Pertumbuhan industri bahan bakar nabati di Indonesia saat ini nyaris jalan di tempat. Padahal pemerintah telah memberikan dorongan perkembangan industri bahan bakar nabati ini melalui Permen ESDM No 32/2008 tentang Mandatory Bahan Bakar Nabati.

Esensi peraturan Menteri ESDM adalah kewajiban bagi campuran bahan bakar nabati dengan persentase tertentu bagi sektor transportasi mulai 2009.

Dalam peraturan tersebut disebutkan untuk sektor transportasi maka premium harus dicampur dengan 3% bioetanol, sedangkan solar untuk industri harus dicampur dengan biodiesel 2,5%, dan transportasi solar harus dicampur dengan biodiesel 1%. Baca selengkapnya…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.723 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: